laboratorium ide...

10:43 AM
...pas kita cangkruk!
...Lihat tempat ini !!
banyak ide ide bagus yang mungkin bisa kita dapatkan di tempat seperti ini, dengan segelas kopi, gorengan dan asap putih pekat itu keluar deras dari bacotan moncong kita yang berliur dan muncrat pateng telecek ke arah lawan bicara 'p, pembicaraan tentang apa yang kita suka, tentang apa yang kita tidak suka, dan badai otak terhebat juga terjadi di tempat seperti ini ...dari sini akoe bertanya? "siapa seh diantara kalian yang tidak kenal dan belom pernah ke warung bu lek??, ato' nongkrong di kantin sekret ??" :) tidak pernah ada sedikitpun sistem yang rumit di sini kecuali habis minum kopi kita semua harus dan wajib mbayar! :p ...bukan ilmuwan namanya kalo saat praktikum di laboratorium ato' mata kuliah dengan dosen yang membosankan itu dan kalian tidak segera pergi ke tempat ini *guegeueguge :D *

...banyak sekali pembicaraan yang kita buat, bermula dari sini! mulai dari gosip sampah yang tidak bermutu sampai pembicaraan tanpa jeda juga banyak terjadi di tempat ini, banyak yang bisa kita rekam disini, mengamati langkah anggun dan senyum manis itu dari balik jendela, dan berharap kepengecutan ini tak terdeteksi, banyak ide ide busuk yang cantik keluar di sini, yang membuat kita semua tertawa terbahak bersama, mungkin juga sedikit cerita cerita (mungkin tentang c!nt4?-red :p) yang tidak pernah dan tidak perlu diselesaikan... :)

kita memang banyak membicarakan tentang perbedaan dan juga persamaan di tempat ini, tapi bukan tentang siapa yang terhebat masing masing dari kita, bukan tentang piala sang pleboi pemenang festival memikat hati minggu lalu, bukan juga tentang siapa pemilik hutang hutang terbaik dengan daftar bon terpanjang di catatan hutang warung, apalagi tentang siapakah yang bisa menebar pesona sebanyak mungkin ke segala arah di kampus yang (agak) hijau dan banyak anak wedhOosz (kambing/grandong/bombom-red) nya ini :D

sekali lagi akoe katakan ...bukan! ...semua bukan tentang pengakoean itu, bukan tentang itu ...tetapi tentang apa yang seharusnya kita suka, tentang apa yang seharusnya kita tidak suka, membuat kesepakatan2 yang tidak perlu ditulis, dan semaksimal mungkin untuk meminimalisir semua gesekan diantara kita ...semuanya memang beda tipis, sangat beda tipis...

"...mungkin semua cuma beda tipis 2 sentimeter!" kata Gus Nov pelan...
"...ah, sudahlah her..." ujar bombom sambil menghisap rokok dalam dalam...
"i love you all !!" katakoe cepat sambil meninggalkan tempat ini, tidak lupa akoe lepaskan satu acungan manis jari tengah ini buat kalian tinggi tinggi ke udara......
akoe mencintai kalian semua........................... sungguh

Read On 2 comments

Kesenangan dan Kesedihan

1:00 PM
your lovely Room, 20.45

Kesenangan dan Kesedihan
Kesenangan adalah kesedihan yang tersembunyi
Dan dalam diri yang sama dari mana tawamu Bangkit
adalah diri yang seringkali kaupenuhi dengan airmata

Bagaimana tidak ?
Semakin dalam kesedihan menggali lubang dalam
wujudmu, semakin Banyak kesenangan yang
akan dapat kau tampung
Bukankah gelas yang menyimpan anggurmu
adalah gelas yang diBakar Bersama temBikar?

Dan tidakkah seruling yang melamBungkan
Jiwamu adalah Bambu yang dikerat dengan pisau?
Ketika engkau gembira, lihatlah di Kedalaman
Hatimu dan engkau aKan melihat BaHwa
seBenarnya engkau sedang meRatapi sesuatu
yang pernaH menjadi KeBaHagianmu

Di antaramu ada yang BerKata, “Kesenangan leBiH
Besar dari kesediHan, “dan yang lain Berkata,
“Bukan, KesediHanlah yang leBiH BesaR”
Tapi kukatakan Kepadamu, Keduanya tak terpisaHkan...

Bersama mereka datang, dan ketika salaH satu
duduk Bercengkerama Bersamamu di Beranda,
maka yang lain sedang BerBaring
menunggumu di tempat tidur.

SesungguHnyalaH engkau Bergerak seperti skala yang
berayun antara kesediHan dan kesenanganmu
Hanya jika engkau kosong, maka engkau dapat
berada pada keadaan tetap dan seimBang

Ketika sang penjaga Harta mengangkatmu untuk
mengukur emas dan peraknya, maka ia
memerlukan Kesenangan untuk kesediHanmu dan
menjadikannya Bergerak naik dan turun

TaKen From : KaHLiL fuckin GiBRan
C#n&@, KeindaHan, dan kesunyian

Read On

Rahasia Bunga

1:00 PM
Jangan biarkan aku layu...!, serumu
(Aku ingin abadi)

Bukankah kau adalah bunga, sahutku
Warnamu menari hanya waktu terang hari
Riuh kau bernyanyi Cuma dalam gemerlap musim semi
Dan wngimu itu Cuma separuh mimpi ?!

Jangan biarkan aku layu...! Jeritmu
(Aku ingin abadi)

Bukankah kau adalah bunga, jawabku
Lihat !, kaki-kakimu itu akar, bersembunyi !
Adalah tanganmu, guguran daun-daun senantiasa melambai Pada sunyi

Dan tangkai-tangkaimu begitu lelah,
Ingin segera istirahat dipangkuan tanah

Jangan biarkan aku layu...!, ratapmu
(Aku ingin abadi)

Bukankah kau adalah bunga, bisikku
Bukankah kau lebih dikenang saat kelopak-kelopakmu Merunduk layu
Bukankah keindahan akan termaafkan jika telah berlalu

Tapi jangan biarkan aku layu...!, Aku tak mau layu...!
(aku ingin abadi)

Tapi kau adalah bunga, kau itu bunga...!
Bunga...!

( Gus nov, Desember 2002 )


Read On

pohon anu

1:00 PM
Temanku sering bercerita kepada orang-orang
Tentang sebuah Pohon Anu dirumahnya
Orang orang banyak percaya, dan aku coba bertanya
Seperti apa pohonnya , dan aku mendengarkannya

Lalu aku pun berteriak “ Bohong ! ” ,
telunjukku ke mukanya tepat!
Temanku bercerita bahwa pohon itu tak berbunga,
tak berdaun, tak berbatang, dan tak berakar

Maka temanku itu marah , tapi Aku tahu ia tak membenciku,
ia hanya ingin aku percaya saja,
sebab Pohon Anu yang tak berdaun, tak berbatang,
dan tak tak berbunga itu adalah
pohon yang tak ada
Ya , pohon yang tak pernah ada…!

Desember 2002
< GusNov >

* ...dasar agnostig gendeng! *

Read On

Nenek, Guntur, dan Tuhan

1:00 PM
Setiap kali guntur menggelegar di halaman depan,
Ia terpekik. Segera masuk kamar berlindung di balik selimut
“Tuhan marah”...!, makanya kau tak boleh nakal” tutur nenek
O’ alangkah menakutkan Tuhan itu, Pikirnya

Ia sebenarnya suka bermain hujan
Butiran-butiran yang jatuh begitu menakjubkan
Seperti lampu-lampu kecil yang ditebarkan dari langit
Begitu menakjubkan

Tapi nenek sepertinya tak suka
dan, Semua orang dirumah mirip nenek
Tak boleh bermain seperti ini
Tak boleh bermain seperti itu

Kadang ia ingin mengguntur marah, seperti Tuhan
(agar semua orang tak berani melarang-larangnya)
Tapi, ah kasihan Tuhan...
Semua orang pasti takut
Dan menjauh…

Tuhan pasti tak punya teman, Pikirnya
Diam-diam ia berharap agar Tuhan tak seperti nenek
(yang suka melarangnya main hujan)

Sebab ia percaya, ia bukan anak nakal...

( Gus Nov, Jember/2000 )
Read On