memory of a best friend
7:28 AM
pren.
lo ingat gak waktu matahari masih bersahabat dengan kulit kita, sinarnya begitu terik namun diterima dengan rela, dan membuat hitam wajah dan pergelangan kita.
lo ingat gak angin muncar yang mengeluarkan seluruh makan siang kita dari perut, betapa kita berdua terheran-heran bagaimana mereka tertawa dan tersenyum dengan udara amis campur busuk yang mereka hirup.
lo masih ingat tetes demi tetes air hujan, mulai dari gerimis sampai badai angin yang menentang perjalanan kita, pagi, siang bahkan petang.
lo juga ingat kan saat-saat kita berpacu dengan dimensi waktu dan tempat, bergulat dengan angin dan kecepatan, saat dimana kita dituntut untuk membelah diri, dan menyelesaikan semuanya sekaligus.
pren.
gue masih ingat semuanya.
dan gue mau bersulang atas setiap kebersamaan kita.
sekarang...
gue gak tau lo dimana.
sejak gue ninggalin lo di masjid terakhir yang gue masuki.
lo ingat gak waktu matahari masih bersahabat dengan kulit kita, sinarnya begitu terik namun diterima dengan rela, dan membuat hitam wajah dan pergelangan kita.
lo ingat gak angin muncar yang mengeluarkan seluruh makan siang kita dari perut, betapa kita berdua terheran-heran bagaimana mereka tertawa dan tersenyum dengan udara amis campur busuk yang mereka hirup.
lo masih ingat tetes demi tetes air hujan, mulai dari gerimis sampai badai angin yang menentang perjalanan kita, pagi, siang bahkan petang.
lo juga ingat kan saat-saat kita berpacu dengan dimensi waktu dan tempat, bergulat dengan angin dan kecepatan, saat dimana kita dituntut untuk membelah diri, dan menyelesaikan semuanya sekaligus.
pren.
gue masih ingat semuanya.
dan gue mau bersulang atas setiap kebersamaan kita.
sekarang...
gue gak tau lo dimana.
sejak gue ninggalin lo di masjid terakhir yang gue masuki.
chupliezderuffy
masih menunggu
7:24 AM
rapuhnya tubuh teruji oleh kekuatan hasrat.
rapuhnya hati tertelan mimpi burukmu sendiri.
adakah sebenarnya tempat yang sedang dituju?
ataukah hanya menanak batu, menunggu nasi?
jika memang semua tiada?
lalu kenapa terasa begitu nyata?
hidup benarkah hanya?
benarkah cuma?
jika iya, mengapa sembilu begitu perih dan kecup begitu mendebarkan?
adakah yang dapat legakan hati ini?
tidak hanya sengsara membawa nikmat atau sebaliknya.
tidak lega menuju belenggu, atau sejenisnya.
lega hati.
mungkin nanti, atau esok pagi.
yang jelas, kenyataan ini pasti cuma....
rapuhnya hati tertelan mimpi burukmu sendiri.
adakah sebenarnya tempat yang sedang dituju?
ataukah hanya menanak batu, menunggu nasi?
jika memang semua tiada?
lalu kenapa terasa begitu nyata?
hidup benarkah hanya?
benarkah cuma?
jika iya, mengapa sembilu begitu perih dan kecup begitu mendebarkan?
adakah yang dapat legakan hati ini?
tidak hanya sengsara membawa nikmat atau sebaliknya.
tidak lega menuju belenggu, atau sejenisnya.
lega hati.
mungkin nanti, atau esok pagi.
yang jelas, kenyataan ini pasti cuma....
chupliezderuffy
Di Tebing Itu
8:05 AM
Ada segelintir batu padas yang tinggal tidak jauh dari tebing yang menghadap pantai.
Batu-batu itu mempunyai akar-akar yang kuat hingga angin tak mampu menggoyahkannya, ombak tak mampu meraihnya.
Berpuluh-puluh tahun segelintir batu padas itu kokoh berdiri disana.
Tak pernah mereka terpisah sedikitpun.
Tapi seiring waktu waktu yang berlalu pijakan itu mulai rapuh, angin pun semakin kencang, ombak telah sering mencapainya.
Tak lama satu persatu batu itu jatuh, bahkan tak jarang terterpa angin.
Kini segelintir batu padas itu telah hilang dan tebing itu kehilangan sedikit penghuninya.
Sepiiiiiiiii...
Bum2DeHuluk at Surabaya (ngarep omah Chimenk)
dont ask me why?
4:15 PM
kenapa matahari harus kembali lagi besok pagi, juga kenapa kerinduan ini harus diabaikan, itu sesuatu yang mudah bagi aku, seharusnya...
sapu tangan yang pernah aku titipkan tidak perlu kamu simpan, tapi juga jangan di buang, seandainya kain pel lantai di dapurmu sudah usang, bisa kau gunakan sebagai penggantinya...
jangan pernah lagi bertanya tentang kotak musik yang dulu pernah kamu berikan padaku, sebab sepasang sepatu usangku yang penuh lumpur itu masih tersimpan rapi disitu, dan tanah yang mengering di sol-nya belum sempat aku bersihkan, mungkin besok kalo sempat, kalo ingat...
panas bubur cair yang aku lahap pagi ini tidak pernah bisa menyisakan apa apa, kecuali ingatan rasa lapar ku pagi ini yang sedikit hilang, di udara pagi yang dingin ini, sedikit gerimis memang
juga jangan ditanya apakah petikan gitar klasik yang dulu pernah mengalun tidak merdu saat kita berteduh di bawah pohon kelapa itu masih ada, bukankan warna nadanya sangat berbeda jauh dengan musik hip hop yang membuat kamu harus mengoyangkan kepala?
jadi jangan pernah bertanya apakah masih ada yang tersisa dari kita...
matahari yang kembali di pagi hari memang seharusnya sudah seperti itu, panas cahayanya masih seperti yang sudah sudah, tidak ada yang istimewa
...seharusnya memang tidak ada yang perlu disimpan, tidak perlu ada yang dibuang, tidak juga dengan air mata
ah, sudahlah... :-j
sapu tangan yang pernah aku titipkan tidak perlu kamu simpan, tapi juga jangan di buang, seandainya kain pel lantai di dapurmu sudah usang, bisa kau gunakan sebagai penggantinya...
jangan pernah lagi bertanya tentang kotak musik yang dulu pernah kamu berikan padaku, sebab sepasang sepatu usangku yang penuh lumpur itu masih tersimpan rapi disitu, dan tanah yang mengering di sol-nya belum sempat aku bersihkan, mungkin besok kalo sempat, kalo ingat...
panas bubur cair yang aku lahap pagi ini tidak pernah bisa menyisakan apa apa, kecuali ingatan rasa lapar ku pagi ini yang sedikit hilang, di udara pagi yang dingin ini, sedikit gerimis memang
juga jangan ditanya apakah petikan gitar klasik yang dulu pernah mengalun tidak merdu saat kita berteduh di bawah pohon kelapa itu masih ada, bukankan warna nadanya sangat berbeda jauh dengan musik hip hop yang membuat kamu harus mengoyangkan kepala?
jadi jangan pernah bertanya apakah masih ada yang tersisa dari kita...
matahari yang kembali di pagi hari memang seharusnya sudah seperti itu, panas cahayanya masih seperti yang sudah sudah, tidak ada yang istimewa
...seharusnya memang tidak ada yang perlu disimpan, tidak perlu ada yang dibuang, tidak juga dengan air mata
ah, sudahlah... :-j
Dear my spirit...
10:42 AM
Ijinkan aku untuk menitipkan cintaku pada sulur-sulur yang memadati atap rumahmu
pada rumput yang merajai halamanmu
dan pada suara-suara imaji yang terperangkap di dinding-dinding surammu
harus aku akui sebuah kedahsyatan yang tersembunyi telah merasuk dalam rongga-rongga hampa di nadiku
sesuatu yang telah me-"wujud" dan meruah sebagai garis putih putus-putus di tengah jalan hidupku...
sesungguhnya tak ada sedikitpun keraguan pada diriku untuk berhenti mengajak mereka menghayati setiap lekuk likat geliatmu
tapi apakah aku bisa meninggalkanmu sendiri selagi susumu tak lagi mampu membuncah keluar sehingga mampu membesarkan anak-anakmu
agar mereka dapat berlari dan menari-nari lincah di pelataranmu?
masih sanggupkah aku melihat kenyataan itu?
mampukah aku menepis bayang-bayang wajah surammu di balik punggungku?
ijinkanlah aku untuk menangis
tapi kali ini tidak di bahumu....
daB!
pada rumput yang merajai halamanmu
dan pada suara-suara imaji yang terperangkap di dinding-dinding surammu
harus aku akui sebuah kedahsyatan yang tersembunyi telah merasuk dalam rongga-rongga hampa di nadiku
sesuatu yang telah me-"wujud" dan meruah sebagai garis putih putus-putus di tengah jalan hidupku...
sesungguhnya tak ada sedikitpun keraguan pada diriku untuk berhenti mengajak mereka menghayati setiap lekuk likat geliatmu
tapi apakah aku bisa meninggalkanmu sendiri selagi susumu tak lagi mampu membuncah keluar sehingga mampu membesarkan anak-anakmu
agar mereka dapat berlari dan menari-nari lincah di pelataranmu?
masih sanggupkah aku melihat kenyataan itu?
mampukah aku menepis bayang-bayang wajah surammu di balik punggungku?
ijinkanlah aku untuk menangis
tapi kali ini tidak di bahumu....
daB!
RSS Feed (xml)