malam itu

10:20 AM
harumnya malam hembuskan napasku
tersengal2 cari udara segar
akankah kudapatkan udara segar?
lalu aku terperanjat manusuk jantungku dengan lembut
melintasi dimensi khayalku dengan halus
tapi, masihkah aku bisa berkhayal dengan bebas?
tanpa terasa muak di kepalaku?
huh.....
aku lelah.........
tapi tetap berkhayal
tapi muak..................
tapi..............
ah
biarlah dinginnya pagi hantarkan secercah harapan dalam diriku
dan biarkan dinginnya malam hantarkanku dalam perapian
aku disini tetap diam walau tampak bergetar
huh...
Read On 1 comments
Read On 2 comments

buka pintu impian

10:15 AM
ada cermin miring dihadapan
entah kulihat wajah yang kuingin atau tidak
dia menatapku aneh tapi tajam
kadang lembut namun tetap membingungkan
adakah yang kusentuh ini dapat kuterima?
masih saja ku berkhayal akan adanya impi yang menyata.
bilakah akan terjadi?
ataukah semua memang beginilah adanya,
selalu bukan sebagaimana yang kuharap...
yang kuingin...
yang kubayang...
kau adalah yang kusentuh setiap kali?
yang menyengatku tajam dipunggung dan kepala setiap kali?
yang menyesakkan dada setiap kali?
masih adakah kekuatan untuk terus menatap dengan kelapangan hati?
apakah begitu sesak...
adakah sesak itu nikmat?
ah...bahkan aku tak tahu lagi apa yang ku tunggu darimu...
mungkinkah berpaling sudah cukup?
ah...sepertinya tak pernah ada cukup...
Read On 3 comments

menggapai langit

1:32 PM
Gelap mendung masih bergelayut
Semilir angin kala itupun tak begitu perkasa
Hanyalah sisa matahari kemaren hari

Raga ini masih saja di sini
Berharap bumi berbelas dan menopang kaki yang menginjaknya lancang

Jangan muram langit !
Karena mata dalam gundah gulana tengah menatapmu

Jangan murka langit !
karena hati dalam kelana masih mengharapmu
setengah berbisik...
ataupun dalam kelam kalbunya

ketika senja itupun datang
dalam damaikah.....?
atau dalam kesedihan yang mendalam
langit memanglah tetap akan menjadi langit

....dan aku akan tetap menggapai langit

"Mesis yg slalu sakti"

Jember dan rabu
150306
Read On 0 comments

memory of a best friend

7:28 AM
pren.
lo ingat gak waktu matahari masih bersahabat dengan kulit kita, sinarnya begitu terik namun diterima dengan rela, dan membuat hitam wajah dan pergelangan kita.
lo ingat gak angin muncar yang mengeluarkan seluruh makan siang kita dari perut, betapa kita berdua terheran-heran bagaimana mereka tertawa dan tersenyum dengan udara amis campur busuk yang mereka hirup.
lo masih ingat tetes demi tetes air hujan, mulai dari gerimis sampai badai angin yang menentang perjalanan kita, pagi, siang bahkan petang.
lo juga ingat kan saat-saat kita berpacu dengan dimensi waktu dan tempat, bergulat dengan angin dan kecepatan, saat dimana kita dituntut untuk membelah diri, dan menyelesaikan semuanya sekaligus.
pren.
gue masih ingat semuanya.
dan gue mau bersulang atas setiap kebersamaan kita.
sekarang...
gue gak tau lo dimana.
sejak gue ninggalin lo di masjid terakhir yang gue masuki.
chupliezderuffy
Read On 2 comments